Author : UnknownTidak ada komentar
Prestasi bisnisnya luar biasa. Djarum yang didirikan Oei Wie Gwan di Kudus, 57 tahun lalu. Kini perusahaan itu berkembang menjadi produsen rokok kretek yang masuk terbesar ketiga di Indonesia.
Bahkan, Hartono bersaudara, Bambang Hartono dan Budi Hartono, mengklaim sukses membawa Djarum menguasai pasar kretek di Amerika.
Kisah Djarum berasal dari kota kecil Kudus. Pada 1951, Oei Wie Gwan membeli perusahaan rokok kretek kecil bernama Djarum Gramophon. Lalu Oei mengubah namanya menjadi Djarum. Oei memasarkan kretek dengan merek Djarum, dan ternyata sukses.
Namun, pada 1963 terjadi kebakaran yang hampir memusnahkan seluruh usahanya. Bukan bangkrut, melainkan Oei berhasil membawa Djarum bangkit melalui peremajaan mesin-mesin miliknya. Tak lama setelah itu, Oei meninggal dunia.
Di bawah kendali dua anaknya, Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin. Lalu diikuti Djarum Super yang diperkenalkan pada 1981. Kini perusahaan ini telah memiliki lebih dari 75 ribu karyawan.
Selain dunia rokok, Djarum juga dikenal aktif terlibat dalam dunia bulutangkis. Klub bulutangkisnya, PB Djarum, telah menghasilkan pemain-pemain kelas dunia seperti Liem Swie King dan Alan Budikusuma.
Kisah Djarum berasal dari kota kecil Kudus. Pada 1951, Oei Wie Gwan membeli perusahaan rokok kretek kecil bernama Djarum Gramophon. Lalu Oei mengubah namanya menjadi Djarum. Oei memasarkan kretek dengan merek Djarum, dan ternyata sukses.
Namun, pada 1963 terjadi kebakaran yang hampir memusnahkan seluruh usahanya. Bukan bangkrut, melainkan Oei berhasil membawa Djarum bangkit melalui peremajaan mesin-mesin miliknya. Tak lama setelah itu, Oei meninggal dunia.
Di bawah kendali dua anaknya, Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin. Lalu diikuti Djarum Super yang diperkenalkan pada 1981. Kini perusahaan ini telah memiliki lebih dari 75 ribu karyawan.
Selain dunia rokok, Djarum juga dikenal aktif terlibat dalam dunia bulutangkis. Klub bulutangkisnya, PB Djarum, telah menghasilkan pemain-pemain kelas dunia seperti Liem Swie King dan Alan Budikusuma.
Kini, Djarum menjadi salah satu taipan kondang dunia asal Indonesia. Berawal dari rokok, kekayaan kakak beradik melonjak tajam. Michael dan Budi Hartono, masing-masing memiliki kekayaan US$ 3,5 miliar atau total US$ 7 miliar (sekitar Rp 65 triliun) dan menempati peringkat 258 orang terkaya dunia.
hadi.suprapto@vivanews.comArtikel Terkait
- 35 Tahun Berjalan Kaki Menjual Kerupuk, Dalhar Tetap Bersyukur Meski Tak Jarang Dipalak Orang
- Aris Buka Jasa Perbaikan Lampu Hemat Energi Siang Hari di Pasar Bitingan Karena Sedikit Saingan
- Saking Larisnya, Toko ARS sering Kehabisan Stok Klakson Telolet, Banyak Pembeli Pulang dengan Tangan Hampa
- Toko Sandal Lucu di Kudus Tiga Tahun Dirintis Kini Memiliki 80 Reseller dengan Omzet Rp 20 Juta Sebulan
- Pria Tak Lulus SD Ini Bisa Bangun Rumah Bertingkat dan Beli Mobil Hasil Berjualan Bakso Bakar
Posted On : Rabu, 17 Oktober 2012Time : 19.28