Author : UnknownTidak ada komentar
Infokami.Net - Artikel kali ini kami akan mengulas perkembangan batik dari jaman ke jaman. Batik merupakan peninggalan para leluhur yang harus dijaga oleh anak bangsa Indonesia. Namun, batik pada zaman dahulu tentu berbeda dengan batik yang digunakan oleh para generasi muda saat ini.
Batik zaman dahulu yang disebut-sebut batik tradisional ini memiliki sebuah pakem, filosofi, dan sejarah tertentu sehingga tidak dapat digunakan secara bebas. Saat ini batik sudah berkembang lebih pesat. Karya-karya batik para perancang busana Indonesia tidak lagi hanya berupa kain sarung, tetapi juga bisa dibuat menjadi koleksi busana yang cantik atau pun aksesori rumah tangga.
Tren Warna Batik
Kalau kita bicara batik dengan pakem, filosofi, dan sejarahnya sampai kapan pun akan begitu saja, tetapi batik juga harus berkembang sesuai zaman. Batik sendiri tidak bisa mengikuti tren yang sedang berlangsung. Sebab, tren ada pada siluet busana.
Sementara itu, batik adalah proses pembuatan tekstil dengan menggunakan malam, canting, atau cap. Untuk itu, walaupun batik sendiri tidak bisa mengikuti tren, tetapi warna pada kain dan busana batik ini bisa mengikuti tren yang ada. Begitu pula dengan motif yang ada pada batik. Batik mengikuti warna tren, atau motif, misalnya lagi tren bunga yang besar-besar, itu bisa.
Batik zaman dahulu yang disebut-sebut batik tradisional ini memiliki sebuah pakem, filosofi, dan sejarah tertentu sehingga tidak dapat digunakan secara bebas. Saat ini batik sudah berkembang lebih pesat. Karya-karya batik para perancang busana Indonesia tidak lagi hanya berupa kain sarung, tetapi juga bisa dibuat menjadi koleksi busana yang cantik atau pun aksesori rumah tangga.

Tren Warna Batik
Kalau kita bicara batik dengan pakem, filosofi, dan sejarahnya sampai kapan pun akan begitu saja, tetapi batik juga harus berkembang sesuai zaman. Batik sendiri tidak bisa mengikuti tren yang sedang berlangsung. Sebab, tren ada pada siluet busana.
Sementara itu, batik adalah proses pembuatan tekstil dengan menggunakan malam, canting, atau cap. Untuk itu, walaupun batik sendiri tidak bisa mengikuti tren, tetapi warna pada kain dan busana batik ini bisa mengikuti tren yang ada. Begitu pula dengan motif yang ada pada batik. Batik mengikuti warna tren, atau motif, misalnya lagi tren bunga yang besar-besar, itu bisa.
Artikel Terkait
- Inilah Sejarah Munculnya Maulidan Jawiyan Khas Desa Padurenan Pada Perayaan Maulid
- Sejarah Klimatologi, Gatra Iklim, dan Isu Iklim
- Tren Batik Dari Jaman Ke Jaman
- Toko Sandal Lucu di Kudus Tiga Tahun Dirintis Kini Memiliki 80 Reseller dengan Omzet Rp 20 Juta Sebulan
- Kiss, Perempuan Asal Cluwak Pati Ini Coba Peruntungan di Kota Kretek Jual Batik Tulis Bakaran Khas Pati
- Demi Passion di Bidang Fashion, Amel Rela Tinggalkan Jabatan Brand Manager dan Gaji Belasan Juta
- Aksesoris Bros Al Diar Berbahan Alklirik Laris Manis Dibeli Pengunjung Kudus Trade Show 2016
- Baru Merintis Produksi Gaun Pesta, Amel Ketagihan Ikuti Pameran Serupa Kudus Trade Show 2016
- Stasiun (3-Habis), Tiga Kali Datang ke Kudus, Bung Karno Naik Kereta dan Turun di Stasiun Wergu
- Stasiun (2), Saksi Keganasan Agresi Militer Belanda 1, yang Lain Hancur, Stasiun Wergu Tetap Berdiri Kokoh
- Stasiun (1), Bangunan Pasar Wergu, Saksi Bisu Kemajuan Moda Transportasi di Kudus Kala Itu
Posted On : Selasa, 22 November 2016Time : 01.53